Tips Cari Kerja Untuk Fresh Graduate

Lulus dari bangku perkuliahan merupakan hal yang ditunggu-tunggu para mahasiswa. Namun, pada kenyataannya, kelulusan bukanlah akhir dari perjuangan seseorang.

Kelulusan merupakan awal dari perjuangan seseorang untuk hidup mandiri, dengan cara bekerja. Sayangnya, selama bersekolah maupun berkuliah, mencari kerja tidak pernah secara resmi diajarkan.

Tapi tak perlu khawatir atau bingung, untuk kamu yang baru lulus, Hemat Pangkal Kaya punya tips-tips cari kerja untuk fresh graduate. Yuk, disimak!

1. Kenali potensi diri kamu

Tips cari kerja untuk fresh graduate yang pertama adalah kenali potensi yang ada dalam diri kamu. Dalam dunia profesional, potensi diri adalah kunci utama. IPK dan nilaimu semasa kuliah tidak menjamin kamu bisa melakukan pekerjaan dengan baik. Karena itu, mengenali potensi diri sangatlah penting untukmu agar dapat melamar ke pekerjaan yang tepat. 

Selama kamu kuliah tentunya banyak pengalaman yang didapatkan. Dengan memanfaatkan pengalaman selama kuliah kalian mampu membaca potensi secara maksimal.

Misalnya jika kamu ikut dalam kepanitiaan, peran mana yang dapat kamu jalankan dengan baik dan kamu sukai? Dengan menjawab pertanyaan ini, kamu dapat mengira-ngira pekerjaan yang cocok untukmu ke depannya.

Jika kamu belum tahu, jangan khawatir. Kamu bisa memanfaatkan waktu jeda sebelum kelulusan untuk memahami dan mengembangkan potensi diri.

Kamu bisa mengikuti kegiatan pelatihan yang berhubungan dengan dunia profesional, ataupun mengikuti project yang berhubungan dengan skill yang sudah kamu miliki. Pengalaman seperti ini juga dapat membuat kesan yang bagus di saat wawancara kerja.

2. Siapkan CV

tips cari kerja untuk fresh graduate - siapkan cv
Siapkan CV untuk meyakinkan recruiter

CV atau Curriculum Vitae adalah senjata pamungkas bagi pencari kerja. CV berisi ringkasan identitas, pendidikan, riwayat kerja, dan pencapaian lain yang diperhitungkan HRD saat mewawancara kamu.

Berikut hal-hal yang harus kamu cantumkan dalam CV kamu:

  1. Informasi pribadi: Cantumkan nama, nomor handphone yang aktif, alamat untuk surat menyurat (pos dan email).
  2. Riwayat pekerjaan: Tuliskan pengalaman kerja yang telah dilakukan, berikut dengan durasi kerja, tanggung jawab (job desc), serta pencapaian yang relevan. Kamu juga bisa mencantumkan kerja part time, magang, dan freelance, selama dilakukan dalam konteks profesional. Jika kamu belum pernah bekerja secara profesional, kamu bisa menuliskan pengalaman berorganisasi.
  3. Latar belakang pendidikan: Jelaskan jenjang pendidikan yang kamu tempuh – cukup dari SMA sampai kuliah saja.

Selain informasi pribadi, riwayat pekerjaan, latar belakang pendidikan, kamu juga bisa mencantumkan informasi berikut ini yang tidak wajib, tetapi bisa menjadi nilai tambah untukmu di depan mata recruiter:

  1. Pengalaman berorganisasi: Tuliskan posisi yang kamu pegang di organisasi, berikut juga dengan tanggung jawab (job desc) serta pencapaianmu. Pengalaman berorganisasi bisa menunjukkan kemampuanmu bekerja dalam tim, mengelola sumber daya dan waktu yang terbatas untuk mencapai target, sehingga memberikan kesan baik bagi recruiter.
  2. Pencapaian akademis: Tuliskan pencapaian akademismu, misalnya IPK yang tinggi (di atas 3.50), atau pencapaian lainnya seperti menang lomba atau kejuaraan. Pencapaian ini bisa menunjukkan kedisiplinanmu, daya juang, dan daya saingmu, yang pasti akan memberikan citra positif bagi recruiter.
  3. Sertifikat: Jika ada, cantumkan sertifikat yang relevan untuk pekerjaan yang kamu lamar, untuk meningkatkan kredibilitasmu di mata recruiter. Misalnya, jika kamu melamar menjadi akuntan, kamu bisa mencantumkan sertifikat Brevet (pelatihan pajak).

Ingatlah, dalam menyusun CV, kamu tidak perlu mencantumkan semua informasi, sebab idealnya CV hanya terdiri dari 1-2 halaman. CV yang ringkas akan mempermudah recruiter untuk mengenal profilmu. Jadi, cantumkanlah informasi yang relevan dengan pekerjaan yang kamu lamar.

Di beberapa industri, seperti industri periklanan atau desain, CV dengan desain yang menarik akan memberikan nilai plus di mata recruiter, karena bisa menunjukkan kreatifitasmu.

Namun, di industri yang lebih konvensional, seperti industri keuangan, perbankan, konsultasi manajemen, recruiter lebih menyukai CV yang polos, minimalis, namun tetap rapi. Jadi, buatlah CV sesuai industri yang hendak kamu tekuni. Kamu bisa cek CV Template Master untuk template CV yang lebih polos dan minimalis atau Canva untuk template CV yang lebih kreatif dan seru.

3. Siapkan Cover Letter

Setelah menyiapkan CV, kamu juga perlu menyiapkan cover letter. Sederhananya, cover letter adalah surat pengantar pelamaran kerja. Ada beberapa poin yang harus kamu sampaikan dalam cover letter:

  1. Salam/sapaan untuk recruiter: sapa recruiter dengan nama berikut gelar [Bapak/Ibu] dan jabatan recruiter
  2. Perkenalan – paragraf pertama: perkenalkan dirimu, berikan penjelasan pekerjaan yang akan kamu lamar, dari mana kamu mendapat informasi lowongan.
  3. Kualifikasi – paragraf kedua: jelaskan kualifikasimu kepada recruiter, misalnya latar belakang pendidikanmu yang sesuai dengan pekerjaan yang kamu lamar, atau sertifikasi yang telah kamu ambil dan sesuai untuk pekerjaan yang kamu lamar.
  4. Paragraf penutup: tutup surat ini dengan berterimakasih kepada recruiter karena telah mempertimbangkanmu untuk mengisi posisi yang lowong.
  5. Salam penutup: gunakan salam penutup yang sopan, seperti hormat saya, dan cantumkan nama kamu.

Jika kamu melamar lewat e-mail, cukup cantumkan cover letter lewat body e-mail. Namun, jika kamu melamar lewat job fair atau pos, cetak cover letter dan lampirkan bersama CV yang kamu kirimkan.

4. Kunjungi Job Fair

Tips cari kerja untuk fresh graduate selanjutnya adalah kunjungi job fair. Job fair adalah suatu acara dimana berbagai perusahaan yang sedang membuka lowongan membuka berbagai booth di suatu tempat, dan pelamar kerja bisa melamar langsung.

Carilah informasi tentang job fair di kampusmu. Setelah itu, cetak CV-mu dan cover letter-mu, sehingga kamu bisa meninggalkan CV-mu untuk diproses HRD perusahaan.

Buat kesan baik dengan para HRD yang stand by di job fair untuk meningkatkan peluangmu dipanggil wawancara, dengan berpenampilan rapi dan sopan.

5. Manfaatkan situs pencari kerja

tips cari kerja untuk fresh graduate - manfaatkan situs pencari kerja
Manfaatkan situs pencari kerja dengan sebaik mungkin

Tips cari kerja untuk fresh graduate yang terakhir adalah manfaatkan situs pencari kerja.

Di era teknologi, jika kamu ingin mencari kesempatan kerja, kamu memiliki banyak alternatif: kamu bisa mencari lowongan kerja di website perusahaan, media sosial perusahaan, atau situs pencari kerja, seperti LinkedIn, Jobstreet, Glints, dll.

Cukup isi profil, upload CV, dan kamu akan mendapatkan lowongan kerja yang sesuai dengan kualifikasimu. Kuncinya kamu harus aktif mencari – apply-lah ke banyak tempat, sebanyak-banyaknya, untuk meningkatkan kemungkinanmu mendapatkan pekerjaan.

Itulah tips cari kerja untuk fresh graduate dari Hemat Pangkal Kaya. Meskipun tidak mudah, cari kerja bukanlah sesuatu yang mustahil. Terapkan tips-tips yang sudah dijelaskan di atas untuk meningkatkan kemungkinanmu untuk mendapat pekerjaan yang kamu inginkan. Tetap berusaha dan tetap semangat, ya!

20s something... doing this and that.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *