3 Prinsip Sederhana Dana Darurat Pribadi

Pandemi Corona yang sedang melanda memberikan dampak negatif yang cukup signifikan di berbagai macam sektor, salah satunya adalah perekonomian.

Beberapa perusahaan dan pemilik bisnis yang merupakan salah satu roda penggerak perekonomian negara terpaksa harus melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap karyawannya dengan tujuan efisiensi pengeluaran. Akibatnya, karyawan-karyawan tersebut merasa kebingungan karena tidak lagi memiliki sumber penghasilan untuk bertahan hidup.

Untuk mengantisipasi hilangnya sumber pendapatan karena hal-hal di luar kendali kita, kita perlu menyiapkan dana darurat pribadi. Dana darurat pribadi adalah dana simpanan yang dipersiapkan untuk menghadapi kondisi darurat yang tidak terduga.

Mari simak pembahasan berikut ini agar kamu bisa mulai menyiapkan dana daruratmu sekarang!

1. Apa Itu Manfaat Dana Darurat Pribadi?

Seperti yang sudah dibahas sedikit sebelumnya, dana darurat pribadi adalah dana simpanan yang dipersiapkan untuk menghadapi kondisi darurat yang tidak terduga.

Pandemi Corona ini adalah salah satu kondisi yang tidak terduga. Tidak ada yang menyangka virus Corona akan menyebar begitu cepat dan memberikan dampak yang besar dalam hidup kita, termasuk dalam keuangan kita.

Akibat pandemi ini, banyak perusahaan mem-PHK karyawannya untuk efisiensi biaya. Beberapa bulan yang lalu, karyawan-karyawan di atas pasti tidak menyangka bahwa dalam beberapa bulan yang akan datang, mereka kehilangan pekerjaan karena pandemi Corona ini.

Di situasi seperti inilah, dana darurat memainkan peran. Dengan dana darurat, setidaknya kita bisa bertahan hidup sampai kita bisa mencari uang seperti sedia kala.

2. Berapa Jumlah yang Tepat untuk Dana Darurat Pribadi?

Jumlah dana darurat berbeda untuk setiap orang, tergantung tanggungan dan gaya hidup (lifestyle) masing-masing.

Langkah pertama dalam menyiapkan dana darurat pribadi adalah menghitung pengeluaranmu per bulan. Agar lebih mudah, kita gunakan ilustrasi berikut.

Seorang perantau yang masih lajang bernama Kevin bekerja di perusahaan A yang terletak di Jakarta Pusat. Karena masih lajang, Kevin hanya perlu menanggung biaya untuk satu orang (dirinya sendiri). 

Untuk gaya hidup, Kevin biasanya makan secukupnya sehari tiga kali ditambah dengan mengonsumsi buah-buahan setiap beberapa saat. Kevin tinggal di kost dekat kantornya sehingga tidak memerlukan biaya transportasi karena dapat dijangkau dengan berjalan kaki.

Dari informasi di atas, berikut estimasi biaya kebutuhan hidup Kevin per bulannya:

– Biaya kost (Jakarta Pusat): 2.500.000/bulan (all-in: termasuk biaya listrik, air, dan laundry)

– Biaya makan: 25.000 x 3 kali makan = 75.000/hari ? 2.250.000/bulan

– Biaya buah-buahan: 50.000/minggu ? 200.000/bulan

– Biaya tidak terduga: 250.000/bulan (misalnya untuk kuota internet dan hal lainnya)

Total pengeluaran pribadi Kevin per bulan = 5.200.000

Setelah mengetahui total pengeluaran pribadi per bulan, selanjutnya kalikan nominal tersebut dengan jumlah bulan. Banyak perbedaan pendapat terkait lamanya rentang waktu yang digunakan untuk persiapan dana darurat, namun rata-rata pakar keuangan menyarankan untuk menyiapkan dana darurat pribadi setidak-tidaknya untuk rentang waktu 6-12 bulan.

Kembali ke kasus Kevin. Rata-rata pengeluaran pribadi Kevin untuk jangka waktu 6-12 bulan adalah:

5.200.000/bulan x 12 bulan = 31.200.000

5.200.000/bulan x 12 bulan = 62.400.000

Dengan begitu, idealnya Kevin harus menyiapkan dana darurat pribadi sebesar 31.200.000 – 62.400.000.

Nominal tersebut tentunya akan berubah sesuai jumlah tanggungan dan gaya hidup. Andai kata Kevin memiliki istri dan anak (tanggungan) atau senang berbelanja pakaian (gaya hidup), sudah pasti nominal tersebut akan bertambah.

Karenanya, jumlah dana darurat untuk masing-masing orang akan berbeda. Untuk menghitung dana darurat pribadimu, kamu bisa memulai membuat daftar keperluanmu untuk satu bulan. Jika kamu kesulitan, kamu dapat gunakan contoh biaya kebutuhan hidup Kevin di atas sebagai referensi.

3. Bagaimana Cara Mengumpulkan Dana Darurat Pribadi?

Dana Darurat Pribadi - gold coins

Setelah mengetahui jumlah yang diperlukan, selanjutnya kamu harus menentukan cara untuk mengumpulkan dana darurat tersebut. Salah satu cara yang paling efektif adalah dengan menyisihkan pendapatanmu dengan presentase tertentu setiap bulannya untuk dana darurat.

Semakin besar presentasenya akan semakin baik, karena berarti dana darurat akan lebih cepat terkumpul. Namun, kamu perlu berhati-hati juga agar tidak terlalu besar sehingga kebutuhan sehari-hari masih dapat terpenuhi. 

Agar lebih mudah, mari kita gunakan contoh Kevin lagi.

Misalnya, Kevin menerima gaji bersih sebesar 8.000.000/bulan dari perusahaan X.

Untuk biaya hidup, Kevin memerlukan 65% dari total penghasilan (0,65 x 8.000.000 = 5.200.000). 

Sisa gaji Kevin (35% dari total penghasilan) yang sebesar 2.800.000 dapat dialokasikan ke dalam rekening dana darurat pribadi.

Dengan demikian dalam kurang lebih 23 bulan, Kevin sudah dapat mengumpulkan dana daruratnya.

Dalam proses pengumpulan dana darurat pribadi, dana tidak boleh diotak-atik sama sekali, apalagi untuk kebutuhan yang sifatnya sekunder atau tersier (seperti gadget terbaru). Sesuai definisinya, dana darurat pribadi hanya boleh digunakan untuk kondisi yang dapat mengancam keberlangsungan hidup.

Karena itu, ada baiknya dana darurat disimpan di rekening yang terpisah, agar tidak terpakai di kondisi yang tidak darurat.

Itulah beberapa prinsip dasar dana darurat pribadi. Kuncinya adalah disiplin dalam menabung, untuk menghadapi masa depan yang tidak menentu. Yuk, mulai siapkan dana darurat pribadimu sekarang juga!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *